PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TNGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS 5 (Lima) SD NEGERI 21 SUNGAI RAYA TENTANG JAJANAN SEHAT

  • Hadian Pat Usmayanti STIK Muhammadiyah Pontianak
  • Haryanto Haryanto STIK Muhammadiyah Pontianak
  • Kharisma Pratama STIK Muhammadiyah Pontianak
Keywords: Tingkat Pengetahuan, Jajanan Sehat

Abstract

Background : The snacking food is one kind of the food that is very famous among the children in the school age. It’s still really lack of attention in selection the snacking food especially for the children in school age, both in terms of safety and hygiene of that snacking food. The dangerous of snacking food has a very bad risk for the healthiness. It can be happen because of the lack of education for the children in choosing which one is the good snacking food that is safe to consume and which one has the bad risk for the healthiness. In other way, it’s required the education of healthiness to build the tradition of healthy life style toward the students. One of them is by counseling.

Purpose : To identify the effect of health education towards the levels of student knowledge about the healthy snacking food in grade 5 at 21 Sungai Raya elementary school.

Research Method : This research is a research using the quasi experiment by the design of pre and post without control. In this research, the sample is taken by using the purposive sampling. In this research, there are 60 (sixty) respondents and the analysis  that is used by the researcher is Wilcoxon.

Result : Based on the statistic test, there are the differences of knowledge before and after given the health education.

Conclusion : based on the result of the study, it can be taken the conclusion that there is the influence of health education towards the levels of student knowledge about  the healthy snacking food in grades 5 at 21 Sungai Raya, elementary school.

 

 

 

 

 

ABSTRAK

Latar belakang: Makanan jajanan merupakan salah satu jenis makanan yang sangat dikenal oleh anak usia sekolah. Dalam hal pemilihan makanan jajanan untuk anak usia sekolah masih kurang memperhatikan segi keamanan dan kebersihan makanan jajanan tersebut. Makanan jajanan yang berbahaya mempunyai resiko terhadap kesehatan. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan anak mengenai makanan jajanan yang aman untuk dikonsumsi. Diperlukan pendidikan kesehatan untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat pada siswa yaitu salah satunya dengan penyuluhan.

Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas 5 (lima) SD Negeri 21 sungai raya tentang jajanan sehat.

Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan metode quasi eksperiment dengan rancangan pre and post test without ocntrol. Dalam penelitian ini, sampel yang diambil dengan metode purposive sampling, teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah nonprobability sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dan analisis yang digunakan uji adalah wilcoxon.

Hasil: Berdasarkan dari uji statistik terdapat perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan ( P<0,05).

Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas 5 (lima) SD Negeri 21 tentang jajanan sehat.

 

References

DAFTAR PUSTAKA

[1] Aisyah, U. N. (2015).Hubungan pengetahuan dan sikap anak terhadap perilaku pemilihan makanan jajanan yang sehat di SD Muhammadiyah 16 Karangasem.

[2] Angraini, W., Betrianita, B.,dkk.(2019). Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Frekuensi Konsumsi Makanan Jajanan di Kota Bengkulu.Bengkulu. Jurnal Kesmas Asclepius, 1(1), 1-13.



[3] Aprillia, B. A., & Aprillia, B. A.(2011).Faktor yang berhubungan dengan pemilihan makanan jajanan pada anak sekolah dasar (Doctoral dissertation, Diponegoro).

[4] Aprillia, Bondika Ariandani, 2011, Faktor Yang Berhubungan Dengan pemilihan Makanan Jajanan Pada Anak sekolah Dasar, Semarang: Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

[5] BPOM RI.(2007).Jajanan Anak Sekolah.Food Watch Sistem Keamanan Pangan Terpadu.Vol 1.

[6] Candra, A. A., Setiawan, B., & Damanik, R. (2014). Pengaruh pemberian makanan jajanan, pendidikan gizi, dan suplementasi besi terhadap status gizi,pengetahuan gizi, dan status anemia pada siswa sekolah dasar. Jurnal Gizi dan Pangan, 8(2), 103-108.

[7] Dharma Kusuma K. (2011).Metodelogi Penelitian Keperawatan:Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian. Jakarta:Trans Infomedia.

[8] Ditjen Bina Gizi,(2011).Pedoman Keamanan Pangan di Sekolah Dasar.Jakarta:http://jurnal.uai.ac.id/index.php/SST/article/viewFile/26/23.diaksestanggal .11 November 2018.

[9] Febriani, K., Candrawati, E., & Putri, R. M. (2018).Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dalam Pemilihan Jajan Pada Anak Usia Sekolah 7-9 Tahun Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten.Nursing News: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan, 3(1).

[10] Febry,F.2010.Kebiasaan Jajan Pada Anak.Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. Vol 1.

[11] Hidayat, AA. (2007). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba.

[12] Hidayat,A.Azis.(2005).Pengantar Ilmu Anak, Edisi 1.jakarta:Salemba Medika.

[13] Hidayat,A.Alimul. (2007). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah.Jakarta:Salemba Mediaka.



[14] Hidayat,A.Alimul.(2007). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah.Jakarta:Salemba Medika.

[15] Komalasari. (2016).Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Anak Tentang Jajanan Sehat. Bandung. Refika Aditama.

[16] Nasution. (2004).Metode Research : Penelitian Ilmiah.Jakarta : Bumi Aksara.

[17] Notoadmodjo, S.(2002).Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:PT Rineka Cipta.

[18] Notoatmodjo, Soekidjo, (2010). Prinsip-prinsip Dasar Ilmu Masyarakat. Jakarta: PT Rineka Cipta.

[19] Notoadmodjo,S.(2003).Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta.

[20] Notoadmodjo, S.(2005).Metodologi Penelitian Kesehatan.Edisi Revisi.Jakarta:Rineka Cipta.

[21] Notoadmodjo, S.(2007).Kesehatan Masyarakat:Ilmu dan Seni.Jakarta:Penerbit Rineka Cipta.

[22] Oktaviana, M. (2018). Pengetahuan Orang Tua Tentang Jajanan Sehat Pada Anak di Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo.(Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo).

[23] Peraturan Pemerintah dan Dirjen POM.(1998). Nomor 722/Menkes/Per/IX/1988 Tentang Bahan Tambahan Makanan.Jakarta:Departemen Kesehatan RI.

[24] Peraturan Pemerintah Nomor 003 tahun. (2012). Bahan Tambahan Pangan.Prilaku Memilih Jajanan Pada Siswa Kelas V SD Negeri Cipayung 2 Kota Depok. Skripsi S1, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2015.

[25] Siwi, L. R., Yunitasari, E., & Krisnana, I. (2014). Meningkatkan Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat Pada Anak Sekolah Melalui Media Audio Visual. Jurnal Pediomaternal, 3(1), 1-8.

[26] Sugiyono. (2010). Statistika Untuk Penelitian.Bandung:Alfabeta.

[27] Suiraoka, I Putu dan I Dewa Nyoman Supariasa. 2012. Media Pendidikan Kesehatan.Yogyakarta: Graha Ilmu.

[28] Suliha, Uha, dkk. (2006). Pendidikan Kesehatan dalam Keperawatan.Jakarta: EGC.

[29] Wong, D.L., Eaton.M.H.,Wilson, D., Winkelstein,M.L.,& Schwartz,P.Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong.Jakarta:EGC,2008.

[30] Zamiyati, M. (2019). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Makanan Sehat Pada Anak Sekolah Usia 10-12 Tahun Di SD Negeri Pengkol Kulon Progo (Doctoral dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta). (naskah publikasi 5) Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 1 (3).
Published
2020-04-30