Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 2-5 Tahun di desa Umbulrejo kecamatan Ponjong kabupaten Gunungkidul

Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 2-5 Tahun di desa Umbulrejo kecamatan Ponjong kabupaten Gunungkidul

  • Fatimah Chandra Murti Stikes Surya Global Yogyakarta
Keywords: Stunting, Balita, BBLR

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi permasalahan kehidupan balita saat ini, stunting yang dialami oleh balita dapat berdampak buruk saat balita besar dan dewasa kelak. Dampak balita stunting dapat menurunkan kecerdasan sehingga dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. BBLR diduga sebagai faktor resiko terjadinya stunting pada balita.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan BBLR dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahu di Desa Umbulrejo, Ponjong, Gunungkidul.

Metode: Desain penelitian menggunakan rancangan case control dengan metode analitik korelasional dan pendekatan retrospektif. sampel 32 kasus dan 32 kontrol dengan teknik purposive sampling, analisis data menggunakan chi square.

Hasil: Hasi penelitian diperoleh sebanyak 27 (42,2 %) balita memiliki riwayat BBLR, dan balita yang mengalami stunting sebanyak 32 (100 %). Hasil uji Chi Square menunjukan  nilai p vallue <0,000 dan nilai OR 0,056.

Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara BBLR dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun di Desa Umbulrejo.

Published
2020-10-30