GAMBARAN PERSEPSI SPIRITUAL PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA

  • Tina Muzaenah Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Keywords: Persepsi Spiritual, Tingkat Spiritual, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa

Abstract

Latar belakang: Spiritualitas merupakan sebuah keyakinan dari suatu hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Spiritual adalah suatu kebutuhan manusia untuk mempertahankan keyakinannya serta memenuhi kebutuhan agamanya. Spiritualitas memberikan peranan penting dalam berpikir dan bertingkah laku pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Spiritualitas bermanfaat sebagai sumber dukungan, penuntun hidup, mempengaruhi tingkat kesehatan, sumber kekuatan dan penyembuhan.

Tujuan: Mengetahui gambaran persepsi spiritual pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Purwokerto

Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif non eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dengan Rerata koefisiensi reabilitasnya adalah 0,92. Analisis univariat meliputi deskripsi karakteristik responden, persepsi spiritual dan tingkat spiritual responden

Hasil: Persepsi Spiritual Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di RSI Purwokerto menunjukkan 88,1 % dalam kategori tinggi, 10,9 % sedang, dan 1 % rendah. Sedangkan tingkat spiritualnya adalah 80 % dalam kategori tinggi dan 20 % dalam kategori sedang.

Kesimpulan: Semakin baik atau tinggi persepsi sipiritual responden maka akan semakin baik atau tinggi pula tingkat spiritualnya.

 

 

References

[1] World Health Organization. (2014). Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2014. Geneva : World Health Organization. http://www.who.int/nmh/publications/ncd-status-report-2014/en/.

[2] Indonesian Renal Registry (IRR). (2017). 10thReport Of Indonesian Renal Registry. Diakses 5 Agustus 2018 dari: https://www.indonesianrenalregistry.org/data/IRR%202017%20.pdf.

[3] Yuliyanti, A. (2010). Tingkat spiritualitas pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis di unit hemodialisis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Diakses 12 Juni 2018 dari: http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/719.

[4] Hawari, D. (2002). Dimensi religi dalam praktek psikitri dan psikologi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

[5] Hodge, D.R., Horvath, V.E. (2011). Spiritual needs in health care settings: a qualitative meta-synthesis of clients' perspectives. Social Work, 56(4).

[6] Carpenito, L. J. (2000). Diagnosa keperawatan aplikasi pada praktik klinik. Edisi 6. Jakarta: EGC.

[7] Smeltzer, S., & Bare. (2002). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Jakarta: EGC.

[8] Setiyowati, A., Hastuti, W. (2014). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kecemasan Pasien Hemodialisa Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, 11, 4.

[9] Sunaryo. (2004). Psikologi untuk keperawatan. Jakarta. EGC

[10] Underwood, L.G. (2006). Ordinary spiritual experience: Qualitative research, interpretive guidelines, and population distribution for the Daily Spiritual Experience Scale. Archive for the Psychology of Religion, 28(1), 181-218.

[11] Young & Koopsen. (2011). Spirituality, health, and healing, an integrative approach. Second Edition

[12] Muzaenah, T., Makiyah, S.N.N. (2018). Pentingnya Aspek Spiritual Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa: A Literature Review. Herb-Medicine Journal, 1 (2): 98-102

[13] Mailani F., Setiawan S. (2015). Pengalaman spiritualitas pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. J. Keperawatan Padjadjaran,3.

[14] Mahboub M., Ghahramani F., Shamohammadi Z., Parazdeh S. (2014). Relationship between daily spiritual experiences and fear of death in hemodialysis patients. J. Biol. Todays World, 3: 7-11.

[15] Taghizadeh K., Asadzdani M., Tadrisi S.D., Ebadi A. (2011). Effect of Prayer on Severity of Patients Illness in Intensive Care Units. Journal of Critical Care Nursing 4 (1),1-6.

[16] Sharifnia, S.H., Hojjati, H., Nazari, R., Qorbani, M., Akhoondza-de, G. (2012). The effect of prayer on mental health of hemodialysis patients. Journal of Critical Care Nursing, 5(1): 29-34.

[17] Purwaningrum, F., Widaryati. (2013). Hubungan aktivitas spiritual dengan tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Diakses 14 Juni 2018 dari: http://digilib.unisayogya.ac.id/id/eprint/598.

[18] Hamid, A. Y. S. (2009). Bunga rampai asuhan keperawatan jiwa. Jakarta: EGC.

[19] Wicaksono, A. (2014). Pengkajian Prosa Fiksi. Jakarta: Garudhawaca.

[20] Robby, A. (2017). Persepsi Pasien Tentang Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Oleh Perawat Di Ruang Rawat Inap Bedah Iii A Rsud Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 17(2): 414 -420

[21] Dossey B, M Keegan, Lynn & Guzzeta. (2005). Holistic nursing a handbook for practice. United States of America: Jones Barlett Publisher.

[22] Sodhi, R., Dr. Manju. (2012). Spiritually and mental health among normal and chronic disease group. Int. J. Res. Stud. Psychol, 2(1), 59-68. https://doi.org/10.5861/ijrsp.2012.106

[23] Hamid A.Y. (2008). Bunga rampai asuhan keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: EGC.

[24] Stuart, G.W. (2013). Psyciatric Nursing. (Edisi 10). Jakarta: EGC.

[25] Husna, C., Linda, C.N. (2014). Hubungan spiritualitas dengan harga diri pasien ulkus diabetik di poliklinik endokrin rumah sakit umum daerah dr. Zainoel abidin banda aceh tahun 2014. Idea Nurs. J., 5(3), 61–68.

[26] Hamid, A.Y. (2000). Buku ajar aspek spiritual dalam keperawatan. Jakarta: Widya Medika.

[27] Tiew, L. H. and Drury, V. (2012) „Singapore Nursing Students‟ Perceptions and Attitudes About Spirituality and Spiritual Care in Practice: A Qualitative Study‟, Journal of Holistic Nursing, 30(3), pp. 160–169. doi: 10.1177/0898010111435948.
Published
2020-10-30