Abstract

Latar Belakang: Rabies adalah penyakit infeksi akut susunan saraf pusat pada manusia dan mamalia yang berakibat fatal karena akan selalu berakhir dengan kematian. WHO mengemukakan bahwa lebih dari 99% kematian akibat rabies di dunia terjadi di negara berkembang. Mortalitas akibat rabies di Afrika dan Asia diperkirakan menjadi 55.000 kematian setiap tahunnya dengan 56% terjadi di Asia dan 44% kematian terjadi di Afrika. Negara Indonesia termasuk negara ke lima dengan rate kasus kematian tertinggi akibat rabies di Asia. Mengingat bahaya keganasannya terhadap kesehatan dan ketentraman hidup masyarakat, maka kita akan melihat seberapa tinggi tingkat pengetahuan masyarakat guna untuk usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit ini.

Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penyakit rabies.

Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi penelitian ialah seluruh pemilik hewan peliharaan yang berjumlah 78 responden. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Selanjutnya data disajikan menggunakan tabel distribusi lalu dianalisis secara kuantitatif.

Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari distribusi frekuensi pengetahuan masyarakat tentang wabah rabies, menunjukkan terdapat 43 orang (55%) responden berpengetahuan baik, 35 orang (45%) responden berpengetahaun sedang dan (0%) responden berpengetahuan buruk.

Kesimpulan: Didapatkan pengetahuan dari masyarakat mayoritas baik.