GAMBARAN KELUHAN MYALGIA PADA PERAWAT LUKA DI KOTA PONTIANAK

  • endah endah STIK Muhammadiyah Pontianak
  • Wuriani S STIK Muhammadiyah Pontianak
  • Parliani Parliani
Keywords: Keluhan myalgia, perawat luka

Abstract

  Abstract

Myalgia or muscle aches are caused by incorrect use of muscles or overly strained muscles, direct injury or trauma, fatigue and long lasting work. In the wound nurses found complaining of myalgia complaints as much as 100%, but the complaint has not been described on any body part associated with myalgia. To know the description of myalgia complaints on the wound nurses in Pontianak City. The method used in this research is descriptive observasional with crossectional approach. Sampling was done by using total sampling technique with 26 samples. Data collection using standard QEC questionnaires. Result of research on characteristic data got 42,3% at characteristic age and 30,8% at work period. The results of myalgia complaints on the back of static in the medium category of 46.2%, the back of the move in the category of medium 50.0%, shoulder section in the medium category 42.3%, hand section in the medium category 38.5%, and in neck very high category 38,5%. The most common myalgia complaints are in the back area of ​​the move and the least of which is on the neck and hands. Therefore, nurses should start to posture posture at work, especially for wound nurses so that his myalgia is not getting worse and hampered in doing his job.

Keywords:  Complaints of myalgia, wound nurses

 

Abstrak

Myalgia atau nyeri otot disebabkan karena penggunaan otot yang salah atau otot yang terlalu tegang, cedera langsung atau trauma, kelelahan dan pekerjaan yang berlangsung dalam waktu lama. Pada perawat luka didapatkan mengeluhkan keluhan myalgia sebanyak 100%, namun keluhan tersebut belum tergambarkan pada bagian tubuh mana saja yang terkait dengan myalgia. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran keluhan myalgia pada perawat luka di Kota Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan crossectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 26 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner QEC yang telah baku. Hasil penelitian pada data karakteristik didapatkan 42,3% pada karakteristik umur dan 30,8% pada masa kerja. Hasil gambaran keluhan myalgia di bagian punggung statis pada kategori medium yaitu sebanyak 46,2%, bagian punggung bergerak pada kategori medium 50,0%, bagian bahu pada kategori medium 42,3%, bagian tangan pada kategori medium 38,5% dan bagian leher pada kategori sangat tinggi 38,5%. Keluhan myalgia yang paling banyak yaitu di daerah punggung bergerak dan yang paling sedikit yaitu pada bagian leher dan tangan. Oleh karena itu, sebaiknya perawat mulai memperthatikan postur tubuhnya pada saat bekerja, khususnya bagi perawat luka agar myalgianya tidak semakin parah dan menghambat dalam melakukan pekerjaannya.

Kata Kunci: Keluhan myalgia, perawat luka

References

[1] David Geoffrey, Wood Valerie & Buckle Peter. (2005). Further Development of The Usability and Validity of The Quick Exposure Check (QEC). University Of Surrey for HSE.

[2] Dharma, K. K. (2015). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.

[3] Kasmarani, M. K. (2012). Pengaruh beban kerja fisik dan mental terhadap stres kerja pada perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur. Jurnal kesehatan masyarakat, 1(2), 676-776.

[4] Lestari, S.M. (2014). Pengaruh stretching terhadap keluhan muskuloskeletal pada perawat. coping ners (Community of Publishing in Nursing), 2(3).

[5] NI’AM, A. M. (2015). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Myalgia Cervical Di RSUD Panembahan Senopati Bantul(Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

[6] Nurmianto, Eko. (2008). “Ergonomi : Konsep Dasar dan Aplikasinya, Edisi Kedua” Guna Widya, Surabaya, Indonesia.

[7] Samara, D. (2016). Nyeri muskuloskeletal pada leher pekerja dengan posisi pekerjaan yang statis. Universa Medicina, 26(3), 137-142.

[8] Staton N et al. (2005). Handbook of Human Factors and Ergonomic Methods. USA: CRC Press.2005

[9] Tarwaka. (2014). Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta : Harapan Press.

[10] Tommy, (2013), Artikel Myalgia, Seputar Media Internal HPM, (Ed.14) hal.9

[11] Wahyono, Y., & Saloko, E. (2014). Pengaruh Workplace Exercise terhadap Keluhan Muskuloskeletal pada Pekerja di bagian Sewing CV. Cahyo Nugroho Jati (CNJ) Sukoharjo. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2).

[12] Wuriani, W., Rosa, E. M., & Afandi, M. (2017). Pengaruh Perbaikan Postur Kerja terhadap Nyeri Muskuloskeletal pada Perawat di Klinik Kitamura Pontianak. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 17(1), 22-28.
Published
2019-11-26
Section
Articles